Bagaimana bila si “buah hati” anda susah menyusui?
Permasalahan semacam ini kerap dialami oleh pasangan muda yang baru meretas kehidupan rumah tangga. Seringkali pola menyusu bayi tidak tetap dalam arti berubah-ubah. Ini lumrah dialami oleh bayi terutama dibawah usia 1 tahun. Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi susah minum susu (tentu saja ini berdasarkan pengalaman saya) diantaranya adalah
1. ASI kurang sehingga bayi cenderung memerlukan tambahan dari susu formula.
Sebenarnya tidak ada istilah ASI kurang bagi bayi karena produksi ASI akan terus bertambah seiring dengan banyaknya hisapan bayi pada puting ibu. Hanya saja seberapa banyak bayi menghisap puting ibu? Terlebih bila bayi merasakan asupan ASI tidak mencukupi baginya sehingga bayi kerap ”berontak”, nangis dan lain-lain yang tidak kita mengerti, meski ilmu kedokteran anak telah berupaya untuk menjelaskan pola dan arti tangisan bayi. Permasalahan ini dihadapi oleh ibu muda yang pada awal kelahiran bayinya, ASI nya belum cukup untuk memenuhi volume minum sang bayi dan juga ibu-ibu yang sempat mengalami fase “istirahat” menyusui .
Kunci utama dalam menyelesaikan masalah ini adalah tenang dan tidak kalut. Akan selalu ada jalan selagi kita berusaha. Sikap orangtua untuk tetap tenang dan sabar sudah merupakan sebagian jalan keluar. Selanjutnya dengan melakukan diskusi pada ibu, saudari, tetangga ataupun siapa saja yang bisa diajak curhat dalam pemecahan permasalahan ini merupakan jalan keluar berikutnya karena barangkali diantara mereka ada yang memiliki pengalaman yang sama atau paling tidak mirip dengan permasalahan yang kita hadapi.
Tentu saja dokter masih merupakan solusi yang tepat untuk kita bertanya. Wajar memang bagi orangtua yang memiliki anak pertama cenderung bingung bila permasalahan muncul terutama yang menyangkut si buah hatinya. Disinilah peran ilmu pengetahuan dan sharing pengalaman orang lain sangat penting untuk mengurangi kebingungan ini.
Ada beberapa hal yang disarankan bila bayi susah menyusui. Bisa jadi sang bayi mengalami apa yang disebut bingung puting karena sudah terbiasa memberikan susu menggunakan dot. Solusinya adalah tetap memberikan ASI dengan dibantu dengan alat bantu laktasi (lactation aid). Alat ini berupa wadah penampung (misalnya botol susu bayi) yang dihubungkan dengan sebuah selang kecil yang steril (misalnya selang NGT - Naso Gastric Tube- untuk infus bayi ). Ujung selang diselipkan dekat puting ibu dengan maksud bila sang bayi menyusui dengan menghisap puting ibu, maka volume minum bayi akan tetap terpenuhi melalui susu tambahan yang ada dalam wadah tanpa mengurangi rangsangan isapan bayi pada puting ibu . Hal ini dilakukan hingga ASI cukup bagi sang bayi. Dalam hal ini kesabaran dan keuletan sangat diperlukan bagi orangtua. Jadi tetap sabar dan semangat ya bu… Peran Ayah sangat diperlukan dalam ikhtiar ini..
Bagi yang ingin alat bantu laktasi ini silahkan kontak saya dalam komentar ini.
2. Jenis susu yang tidak cocok bagi bayi sehingga bayi cenderung kurang bahkan tidak menikmatinya.
Hal ini terutama bagi bayi yang mengkonsumsi susu formula. Solusinya adalah dengan mencoba mengganti susu formula dengan jenis atau merek lain. Pilihan yang tepat hanya diketahui dengan beberapa kali mencoba. Biasanya pilihan susu yang tepat terlihat dari nikmatnya bayi mengkonsumsi susu tersebut, tidak menimbulkan alergi serta perkembangan otak dan fisik bayi memperlihatkan hasil yang memuaskan. Nah, untuk yang satu ini kita harus rajin bertanya pada para ahlinya yaitu para dokter yang pakar di bidang laktasi dan anak.
Namun bagaimanpun ASI tetap menjadi pilihan utama bagi sang bayi karena mengandung semua gizi yang diperlukan oleh tubuh bayi dalam perkembangannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar